Save Our Minority

Home



view:  full / summary

Tentang Saraswati

Posted on December 5, 2015 at 7:10 PM Comments comments (0)

Konflik poligami sudah berlangsung sejak ada manusia kera, yaitu pertikaian antara naga dan kera. Hingga populasi manusia kera dihancurkan dan diciptakan manusia pertama Adam dan Hawa. Konflik pertikaian semakin kuat. Sewaktu diciptakan Adam dan Hawa, Tuhan tidak menyadari keberadaan makhluk peninggalan sebelumnya, Naga dan Durga Kera. Saraswati adalah istri pertama Brahma sejak masa purbakala dengan kehadiran makhluk dinosaurs. Setelah Adam dan Hawa diturunkan terpisah ke bumi, dan memiliki keturunan Adam melakukan pelecehan seksual kepada Sets, anak perempuan pertamanya dan sejak itu pembunuhan pertama terjadi. Sets adalah titisan naga kedalam manusia. Saraswati sering disebut sebagai Singa atau Naga, dan menjadi tahun peringatan bagi umat muslim untuk mengorbankan sapi. Sebagaimana disebutkan dalam kitab : bahwasanya Ibrahim As memiliki 4 orang istri. Istri pertamanya adalah Siti Sarah yang tidak bisa memiliki keturunan, kemudian istri keduanya Siti Hajar, setelah meninggal keduanya Ibrahim As memiliki istri ketiga yaitu Qanum. Pengurbanan sapi atau makhluk naga akibat banyaknya peristiwa bencana yang disebabkan akibat kemarahan Saraswati dan sapi sebagai kurban Saraswati. 


Mengapa krisis di Asia Tenggara

Saraswati sejak 1995 berteman baik dibangku SMA, tetapi sejak pertengahan 1997 terjadi perubahan drastis. Kelas semua berisi perempuan, Saraswati tergantikan dengan wanita-wanita lain. Pergiliran perempuan yang dilakukan Brahma (Soni) terjadi ditiap lingkungan komunitas. Tahun 1997, Soni memiliki teman dekat perempuan bernama Devi, setiap berangkat dan pulang Devi selalu diantarnya. Soni terlibat menjalin hubungan asmara dengan Devi. Hal tersebut menjadi kemarahan Saraswati, yang kemudian menjadikannya negara dalam keadaan kesulitan ekonomi atau krisis. Alasan utama Saraswati adalah keberadaan anak Autis yang diketahui lahir pada 1995 menimbulkan polemik bagi Saraswati. Tidak hanya pergiliran perempuan yang dilakukan Brahma namun keberadaan anak Autis menjadi tanda tanya baginya, mungkinkan anak Autis tersebut putri Brahma juga. (Masa kegelapan belum terungkap)


Di Indonesia Saraswati hijrah ke wilayah barat Pulau Sumatera dengan berdirinya kerajaan Sriwijaya, ia mengangkat Sri Jayanasa. Atau kekasih lain Saraswati, Rama, namun penyebutan tersebut menimbulkan perdebatan karena nama tersebut digunakan oleh Brahma untuk menyebut Raja dan Parwati untuk mengalihkan Sari menjadi Raden atau pria tampan yang lekat dengan Wisnu (Raden Wijaya). Sri Jayanasa atau Sri Rama adalah kekasih lain Saraswati. Wilayah kekuasaan Saraswati di Indonesia lainnya adalah masuknya negara Islam atau NII dengan datangnya 9 Wali Songo dimasa kerajaan Majapahit. Maka diwilayah timur Jawa, massa NU sebagai basis Saraswati. "Sri Rama berada dibalik skandal gas dan mengaku sebagai putra kyai Gus Ali. Rj juga berada dibalik gerakan illegal putra Jokowi yaitu Gibran Rakabuming dengan melakukan gerakan menteri-menteri kabinet dengan menggunakan senjata makanan. Hal tersebut dilakukan Rj karena ia tidak pernah diketahui keberadaannya oleh Saraswati. Selain skandal minyak di Rusia, Rj juga berada dibalik skandal mobil sama antara Toyota Avanza dengan Daihatsu Xenia."


Saraswati dibenci oleh masyarakat Indonesia. Karena menggunakan alasan bencana untuk mengembalikan masa kejayaan Sriwijaya tempo dulu. Setelah krisis 1997, Saraswati terus mengalami konflik karena kesalahan dan kekeliruannya. Saraswati bermusuhan dengan Parwati, istri ketiga Brahma yang bertempat di benua Amerika, juga dengan Anjani akibat salah perkiraan. Tidak hanya mengulang krisis, Saraswati juga mendikte bencana Jepang sebagai alasan-alasan untuk mengembalikan masa kejayaan Sriwijaya tempo dulu.


Ahmadiah hanya melanggar etika terhadap Muhammadiah, bukan NU. Karena Dewa Wisnu adalah ciptaan Parwati yang menikah dengan manusia setelah Parwati mencipta Dewa lainnya, Ganesha. Sedangkan Saraswati menganggap Ahmadiah mengambil haknya, karena menikahi dewa. Parwati mengijinkan Ajnun menikahi miliknya dengan syarat-syarat, menyelesaikan seluruh konflik peradaban yang telah terjadi. Brahma akhirnya memutuskan menceraikan Saraswati dan seluruh istrinya dan menjalani pernikahan Monogami. 



 

The Most Ask Problem - Manusia Terakhir

Posted on November 22, 2015 at 9:00 AM Comments comments (0)

Perbedaan agama dengan teologi adalah terletak pada ilmu yang bisa dipelajari oleh semua agama, namun menunjuk pada satu keyakinan agama, yaitu Islam. Karena scientology bersifat ilmu pengetahuan spiritual dan berisi informasi tentang hal-hal ghaib seputar kehidupan pribadi Sang Hyang Widi dan tidak mengandung ajaran moral aqidah untuk beribadah secara khusus.

 

Sebab perbuatan merusak manusia sudah ada sejak peradaban makhluk, akibat hawa nafsu dan keserakahan.Yang kemudian mengakibatkan perseteruan antara perempuan dan Lelaki terhadap keyakinan kebenaran dalam hubungan perkawinan, yang tidak berlandaskan sesuai nilai-nilai ajaran, karena akibat struktur kompleks dari masalah kemasyarakatan yang telah tertata rumit. Sebagaimana dikisahkan di negeri Tiongkok, di jaman kaisar dinasti Xia (2100-1600 SM) sebelum dinasti Shang (1600-1100 SM), tepatnya tahun 1730 sebelum masehi, Raja Jie merupakan sosok penggambaran yang kurang baik. Memiliki karakter sering marah, akibat upeti yang sangat sedikit yang dipersembahkan adipati setempat, bernama Youshi. Selain, senang mengumpulkan 3000 wanita cantik dipelosok negeri untuk menyanyi dan menari. Kebiasaannya yang gemar mengoleksi perhiasaan dan berlian untuk membangun Istana megah, disaat rakyat jelata menderita kesusahan menambah keburukannya. (kenaikan TDL 15% diawal 2011, Indonesia)

 

Namun, kehidupan dimasa tersebut diseimbangi dengan tokoh Taishi, yang memerintahkan bawahannya Zhong Gu, agar menasehati raja untuk menghentikan perilakunya. Dan Guan Longfeng, akhirnya datang menyadarkan dengan menunjukkan lukisan nenek moyang pendiri dinasti Xia pertama di Tiongkok, yaitu Raja Yu yang membangun sistem irigrasi selama 13 tahun membangun kebesaran dinasti. Namun, lukisan tersebut justru dibakar Jie, dan Guan kemudian dipancung.

 

Hingga, akhirnya dinasti Xia hancur karena pertempuran dengan Cheng Tang, duta utusan Raja Shang, yang menggulingkan keburukan dan mengakhiri Jie, yang berlangsung di Mingtiao. Meninggalnya Jie kemudian sebagai era bangkitnya dinasti Shang. Dari legenda sejarah Tiongkok, masa berakhirnya dinasti selalu ditandai dengan perseteruan atau keburukan. Dan Akhir dinasti Shang, Raja Zhou (pada 1066 Sebelum Masehi) yang putus asa dengan membakar diri di ruang Zhaixing, atau Lutai memiliki pola kehidupan serupa dengan Raja Jie, yaitu kemegahan, perempuan dan kekuasaan. Dan berakhirnya dinasti Qing merupakan akhir dari seluruh sistem kedinastian di Tiongkok dan memunculkan Republik Cina (1912-1949) yang diproklamirkan Dr. Sun Yatsen dan Mao Zedong kemudian mengubahnya menjadi Republik Rakyat Cina, pada 1 Oktober 1949 dan RRC menjadi Negara terbesar di Asia.

 

Dari kisah di negeri Tiongkok tersebut hingga masa kini, manusia terakhir yang dikultuskan kemudian bersifat "penghabisan jaman", tiada aqidah dan akan sirna beriring dengan masa datangnya hari akhir, kecuali perseteruan dan keburukan yang tiada habisnya yang sengaja diciptakan, karena berada ditepian jaman. Penghabisan jaman menunggu hari akhir.

 

Different with the early, not the end. Everything leap on the goodness. As it noted early German histories that German history began in the year A.D.9. That was when Arminius, a prince of a German tribe called the Cherusci, vanquished three Roman legions in the Teutoburg Forest (southeast of modern-day Bielefeld). Arminius, was regarded as the first German national hero, and a huge memorial to him was built near Detmold in the years 1838-1875. Nowadays, German has known as the best technology for environmental protection. As a result of the extraordinary flooding that occured along the Rhine and the Mosel in 1993/1994 and in January 1995- and most recently along the Oder in July 1997- flood prevention measures have commanded, the federal water act as amended on 19 November 1996. Also, the Federal Government's soil protection concept of 1985 formulated standards for the protection of the environmental medium soil to avoid and avert contamination of the soil and to remediate soil damage (as the bodies of the Lander working group on water). Using modern technology such as The Blue Angel label draws, Stiftung Warenttest electric, air quality measuring stations that to keeping the air clean (Facts about Germany, Press and Information Office of the Federal Government, page 327)

 

Tradition to socialitation in the region economic countries, Germany's fair have long histories. On 11 July 1240, Emperor Frederick II granted this privilige to the city of Frankfurt am Main and placed all merchants traveling to the fair under his protection. A privilege from Emperor Maximilian in 1507 made possible the later flourishing of Leipzig Fair, which had its origins in markets documented as early as 1165. And increasing fairs and exhibitons go abroad, to integration in world economy. In 1996, some 5,500 German firms participated in fairs abroad with the support of the Fereal Government. At regular intervals, the Federal government organizes industrial exhibition, such as TECHNOGERMA, in Mexico 1994 and Sao Paulo 1995 (397-400).

 

"Akan datang suatu masa selama 10 tahun dibawah kepemimpinan Ahmadi"(HR.Rasul). Mengutip Ramalan akhir jaman, Muhammad Waliyullah An-Nabawi mengenai nubuat Rasullah diakhir jaman yang salah satunya "Akhwat yang akan kembali dianggap asing sebagaimana mestinya". Diriwayatkan oleh Muslim dalam shahih, ia berkata, "Muhammad bin Ibad dan Ibnu Abi Umar menyampaikan kepada kami dari Marwan al-Fazari. Ibnu Abbad berkata, Marwan menyampaikan kepada kami dari Yazid yaitu Ibnu Kaisan dari Abu Hazm dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Akhwat muncul pertama kali dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing sebagaimana kemunculannya pertama kali. Dan, ia berjalan seperti orang asing. Maka, beruntunglah orang-orang asing itu".(hal 54, baca keseluruhan 28 nubuat yang akan terjadi)

 

Dari Hadits tersebut ingin menegaskan, kemunculan tanda akhir jaman yaitu lahirnya Imam Gaib yang bersifat sementara, diketahui oleh Alim ulama dan Negarawan lalu dipahami dengan pengertian dan akan kembali seperti semula dengan berakhirnya pernikahan dunia dan mengembalikan proses kehidupan seperti semula (tradisi euforia Gundik). Yang kemudian, mewasiatkan ilmu yang telah diteruskan kepada para ahlinya dengan pembahasan terpadu, sistematis sebagaimana mestinya tanpa perlu perwalian akhwat yang sebatas fungsinya menyerahkan amanah. Karena, masa yang tidak menjangkau guna membahas dan mengatasi keburukan jaman dan diserahkan langsung kepada Ahli Qur'an, Hadist, Sunnah, Fiqih untuk ajaran Ilmu Tauhid khusus(Keagamaan atau Ilmu Teologi dapat diperoleh pada http://jejaknarsisme.blogspot.com).

 

Perseteruan perempuan dan Lelaki dalam perjalanan spiritual secara khusus dijalankan pribadi dan tidak dibenarkan untuk ditauladani. "Sesungguhnya, ibadah yang kujalani adalah ketika bersama-Nya. Kedekatan jiwa dan raga bersama Sang Khalik adalah yang paling tinggi diantara pencapaian hubungan manusia menuju Tuhannya. Dan hal terberat adalah ketika menolak, hingga terjadi perseteruan".Pada masa tersebut, perempuan menyadari tentang makna puasa, mengendalikan hawa nafsu untuk makan dan minum. Lalu, ia berkata kepada Lelakinya :"Kenapa, Engkau tidak mau menghargai pada orang-orang yang berpuasa?". Perempuan tadi tidak mendapatkan jawaban langsung, namun ia mendapat petunjuk bahwa: "Diwajibkan kepada Lelaki memberi makan kepada 1.000 orang dhuafa dan yatim piatu selama 40 hari berturut-turut, untuk mengganti hawa nafsunya yang tidak dapat diganti tersebut". Dan, iapun mendapat jawaban.

 

Perjanjian hubungan pernikahan dalam perjalanan spiritual belum diatur dalam buku perkawinan, namun disaksikan oleh umat tentang makna kebebasan beragama bagi seorang perempuan yang dijanjikan. Dan hal tersebut dilanggar dan dikecam umat. "Tidak dibenarkan pada-Mu, menjanjikan madu terhadap perempuan yang menyaksikan Engkau bermadu dengan yang lain, sementara Engkau sendiri berada dalam gelimangan kesenangan duniawi yang tidak akan berakhir, dan masih menyiksa perempuan itu demi menghibur keserakahan jiwamu. Maka, bebaskan perempuan itu dan beri 10 pilihan baginya untuk menebus kejahatan moral yang tlah Kau perbuat terhadapnya."  Perseteruan perempuan dan Lelaki tidak akan ada habisnya, karena manusia pada dasarnya tidak sederajat dihadapan Tuhan dan juga manusia tidak memiliki dua wajah (sifat dan perbuatan yang berlawanan dalam satu tindakan), kecuali masalah anak. "Namun, mengapa tidak Kau ajarkan terhadap mereka contoh tauladan, sebagaimana titisan jelmaanMu dibumi mengajarkan kepada anak-anak?". Karena sifat perjanjian tentang anak dalam perkawinan akan berlangsung abadi, namun tidak bagi orang-orang terdahulu yang memiliki sikap tauladan yang luhur untuk diajarkan sebagai bekal penunjuk, kelak". Dan urusan terakhir yang tertinggal nanti hanya masalah anak, bukan masalah kesenangan duniawi.

 


Pencipta Tunggal - Brahma

Posted on June 11, 2015 at 4:05 AM Comments comments (0)

Dewa Brahma sebagai Pencipta Tunggal


Kehidupan Pertama Brahma Mencipta Saraswati di jaman Purba Makhluk Dinosaurus (belum lengkap-Menyusul)

Kehidupan Ketiga Brahma Mencipta Parwati sebagai Manusia

Tuhan merupakan zat tunggal yang memiliki dua pasang tulang rusuk, yaitu laki-laki dan perempuan yang saling terkait sejak adanya kehidupan. Ia dapat merubah wujud dan menjadikannya 100. Proses kehidupan yang menjadikan dua pasang tulang rusuk tersebut menjadi jamak. Tuhanpun memiliki nama panggilan untuk mengenali wujudnya yang menjadi jamak tersebut. Brahma adalah zat tunggal mula sejak adanya kehidupan, bersama Parwati (Maria) sebagai bagian rusuknya sejak adanya manusia pertama kali, setelah jaman manusia purba. Brahma kemudian menciptakan pasangan lain selain Parwati seperti yang digambarkan dalam kisah nabi Adam As : “Sewaktu Hawa sedang pergi mencari makanan, Adam terperanjat melihat anak perempuannya Set sehabis dari sungai. Ia pun menggauli anak perempuannya sendiri. Setelah Hawa mengetahui perbuatan bejat suaminya, Set dan Kain bertengkar, Set memukul Kain dengan batu hingga ia meninggal dunia.”. Dari gambaran kisah nabi Adam As, dapat digambarkan bahwa Brahma sudah melakukan poligami, sementara Parwati diperlakukan tidak adil sebagai perempuan hingga selalu menimbulkan kemarahan dan emosi. Dalam kisah nabi Sulaiman As digambarkan : “Setiap perempuan yang dijumpai nabi Sulaiman As dan menyenangkannya, maka perempuan itu dinikahinya. Tapi, nabi Sulaiman As hanya memiliki dua orang istri utama atau permaisuri, yaitu ratu Bilqis dan ratu Sheba. Meski istrnya berjumlah sampai 700 orang, ratu Bilqis dan Sheba adalah permaisurinya, sementara yang lain adalah selirnya.” Kisah Sulaiman As tersebut, menjadikan Parwati menciptakan pasangan lain, yaitu Wisnu sebagai pria lain yang menghiburnya. Namun, Brahma tidak pernah melepas istri-istrinya meskipun ia berpoligami. Set yang digambarkan sebagai selir pertamanya, atau Dewi Sri sangat dimurka oleh Hawa atau Parwati (Maria) yang digambarkan sebagai Dewi Kwam In dan hal tersebut terus berlangsung, seiring ketidak-adilan yang dilakukan oleh Brahma. Dalam kisah nabi Ibrahim As : “Ibrahim menikah pertama kali dengan Siti Sarah, namun karena ia tidak memiliki anak nabi Ibrahim As menikah dengan Siti Hajar dan kemudian mengandung Ismail As. Tapi, Ibrahim masih berhubungan dengan Siti Sarah hingga ia juga mengandung Ishak As. Itu sebabnya pertama kali keluarnya air zam-zam, ditengah padang pasir. Hingga saat Siti Hajar meninggal dunia, Ismail As putranya pergi meninggalkan Kanaan, Palestina terusir dari tempat kelahirannya, karena Ibrahim As menikah lagi dengan Qanthura. Itu sebabnya Siti Hajar sangat membenci Qanthura”. Kehidupan poligami dan konflik emosional merupakan bagian pemandangan sehari-hari, kemarahan yang sebabkan petaka.

 

Siapa & Mengapa

Parwati menciptakan pasangan lain, yaitu Wisnu pada akhirnya selalu kembali pada Brahma, yang menjadikan Wisnu senang dengan perempuan-perempuan cantik, disaat Parwati bersama Brahma. “Perempuan-perempuan itu menutupi aurat diseluruh tubuhnya atau memakai kerudung, disaat Parwati kembali bersama Brahma. Tapi ketika Parwati kembali dimadu oleh Sri, iapun harus menghadapi kemarahan dan kembali bersama Wisnu. Namun Wisnu dan Parwati tidak dapat bersatu, karena akan menghadapi kemarahan Brahma, dan itu sebabnya terjadi banyak pertikaian. Dan sebabnya ia menuliskan : akan datang pada suatu masa, yaitu diakhir jaman nanti perempuan dari golongan manusia yang akan dinikahi oleh bangsa jin. Untuk menghadapi hari kiamat nanti, salah satu keturunannya akan dijadikan pemimpin.



 


 

 

 

 

 


Rss_feed

Categories